• Tue. Nov 24th, 2020
Aturan Unik 4 Negara dalam Pemberian Nama Bayi

Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam pemberian nama bayi. Misalnya saja, pemberian nama khas suku Batak selalu diakhiri dengan marga di akhir namanya. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui asal-usul keluarga tersebut dari mana asal marganya. Selain itu, ada juga ciri khas nama orang sunda yang bisa dikenali seperti Agus, Acep, Nining, Nengsih, dan masih banyak lagi.

Aturan Unik dalam Memberi Nama untuk Bayi

Selain di Indonesia sendiri, ternyata Negara lain juga memiliki aturan unik dalam pemberian nama bayi. Ingin tahu? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Jepang

Orang-orang jepang memiliki ciri khusus dalam pemberian nama untuk anak. Setiap bayi hanya boleh diberikan nama depan dengan nama keluarganya saja, kecuali untuk keluarga kekaisaran.

Selain itu, hanya kanji tertentu saja yang bisa digunakan untuk nama anak agar bisa lebih mudah dibaca dan ditulis oleh orang Jepang. Misalnya, Ishihara Satomi, Kitagawa Keiko, dan masih banyak lagi.

2. Swedia

Di tahun 1982, Swedia mulai memberlakukan kebijakan dalam pemberian nama anak. Ini dilakukan agar keluarga yang tidak berasal dari darah bangsawan tidak menggunakan nama yang mengandung arti luhur. Setelah itu, masyarakat Swedia harus melaporkan terlebih dahulu nama depan untuk anak mereka ke kantor pajak. Jika ditolak, mereka harus menyiapkan alternatif nama lain.

Nama yang dilarang untuk disematkan salah satunya adalah yang berawalan huruf ‘A’. Huruf tersebut merupakan simbol protes terhadap hukum penamaan. Adapun nama-nama lain yang dilarang untuk digunakan seperti Superman, Veranda, Ikea, elvis, Metallica, dan masih banyak lagi.

3. China

Di negeri China sendiri penamaan anak harus disesuaikan dengan karakter huruf China yang ada. Ini wajib dilakukan agar kartu identitas anak bisa lebih mudah dibaca oleh komputer.

Secara teknis, orang tua bisa memberikan nama anak secara bebas. Namun, mereka tidak diperbolehkan untuk menggunakan angka, simbol, dan karakter non-China. Bahkan sempat di tahun 2000-an penduduk China harus mengganti nama mereka untuk kepentingan kartu identitas nasional.

4. Islandia

Islandia membentuk komite penamaan pada 1991. Pemerintah setempat memberlakukan kebijakan di mana orang tua harus memberikan nama anak yang sesuai dengan daftar nama nasional. Di luar itu, orang tua harus meminta persetujuan dan membayar sejumlah uang. Itupun harus melalui pemeriksaan agar disetujui.

Nama yang diberikan juga harus sesuai dengan gender dan tidak lebih dari tiga suku kata. Misalnya, jika nama ayahnya Eric, nama anak laki-lakinya adalah Eriksson.

Itulah empat Negara yang memiliki aturan unik dalam pemberian nama. Jika di Indonesia sendiri ada aturan seperti ini, apakah Anda siap? So, mulailah mencari nama bayi yang sesuai dengan keinginan Anda dengan mencari referensinya di berbagai situs terpercaya maupun buku kumpulan nama-nama untuk bayi.